Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) resmi menggelar Pekan Inovasi Bekasi / Bekasi Innovation Week 2025 dengan agenda utama “Pelatihan BIMTEK Teknologi Tepat Guna serta Pelatihan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 24–25 November 2025, bertempat di Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi/ Universitas Muhammadiyah Indoensia (UM.ID), sebagai mitra kerja sama. Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua Tim Kerja Substansi Teknologi pada BAPPELITBANGDA Kota Bekasi, Vevi Marfiati Arief, S.E., M.M. serta dihadiri oleh guru dan siswa dari berbagai sekolah di Kota Bekasi dan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Bekasi.
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat literasi teknologi serta pemahaman masyarakat terhadap perlindungan karya di era digital, sekaligus mendorong ekosistem inovasi yang inklusif di tingkat daerah.
Hari Pertama: Penguatan Teknologi Tepat Guna dan Pemetaan SDM Digital
Pada hari pertama, kegiatan diisi oleh dua narasumber dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPPTIK) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) yang di moderatori oleh Ria Marginingsih Kepala UPT Kerja Sama dan Pengembangan Usaha UNISMA Bekasi/ UM.ID.
Sesi materi dilanjutkan oleh Andry Rivan Sumara, M.I.Kom, Ketua Tim Kerja Pengembangan Literasi Digital BPPTIK Kemenkomdigi, yang membawakan materi tentang “teknologi tepat guna digital berbasis Internet of Things (IoT)” untuk masyarakat. Andry memaparkan bagaimana IoT dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor, mulai dari layanan publik, lingkungan, hingga kegiatan ekonomi kreatif serta menekankan pentingnya peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu mengadopsi teknologi tersebut secara aman dan produktif.
Hari Kedua: Pemahaman Kekayaan Intelektual di Era Konten Digital
Materi kedua dibawakan oleh Herlambang, S.H., M.A, selaku Analis Pemanfaatan IPTEK Muda BRIN. Herlambang memaparkan pentingnya perlindungan hasil penelitian dan inovasi melalui skema HKI, serta bagaimana inovator dapat memanfaatkan fasilitas dan layanan BRIN untuk mendukung komersialisasi riset.
Melalui acara ini, BAPPELITBANGDA Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong ekosistem inovasi daerah. Kolaborasi dengan UNISMA Bekasi dan lembaga nasional seperti BPPTIK serta BRIN dan DJKI menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas inovator lokal.
Pekan Inovasi Bekasi 2025 diharapkan dapat menghasilkan peningkatan literasi teknologi, mendorong lahirnya inovasi baru, serta memperkuat kesadaran masyarakat terkait pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual di era digital
Mendorong Ekosistem Inovasi di Kota Bekasi
Melalui Bekasi Innovation Week 2025, BAPPELITBANGDA Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah. Kolaborasi dengan UNISMA Bekasi serta lembaga nasional seperti BPPTIK, DJKI, dan BRIN menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas inovator lokal sekaligus memperluas literasi teknologi dan kesadaran HKI di masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru yang aplikatif serta mendorong masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan kekayaan intelektual di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. (Humas UNISMA Bekasi)



















